Serbuk dan Kekurangannya

 

Pulveres atau serbuk bagi adalah serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus dengan kertas perkamen atau bahan pengemas yang lain yang cocok.

Serbuk yang harus di bagi tanpa penimbangan untuk menjamin yang sama maka pembagian dilakukan paling banyak hanya 20 bungkus. Apabila lebih dari 20 bungkus, maka serbuk dibagi dalam beberapa bagian. Dengan cara penimbangan dan tiap bagian dibagi paling banyak menjadi 20 bungkus.

Penyimpangan berat masing-masing serbuk terhadap yang lain adalah paling besar 10%. Serbuk bagi dikemas dalam beberapa perkamen. Bagi serbuk yang mengandung zat yang higroskopis serbuk dibungkus dalam kertas berlilin dan diserahkan dalam pot dengan tutup sekrup.

Pada serbuk yang mengandung minyak eteris tidak digunakan kertas paraffin sebab minyak eterisnya akan diserap tetapi dengan kertas perkamen akan dilapis lagi dengan kertas logam keseragaman bobot dlakukan sebagai berikut Timbang isi dari 20 bungkus satu persatu kemudian campur isi keduapuluh bungkus tadi dan timbang sekaligus dan hitung bobot rata-rata.

Kekurangan serbuk sebagai bentuk sediaan antara lain, keengganan meminum obat yang pahit atau rasanya tidak enak, kesulitan menahan terurainya bahan-bahan higroskopis, mudah mencair atau menguap yang dikandungnya dan waktu serta biaya yang dibutuhkan pada pengolahan dan pembungkusannya dalam keseragaman dosis tunggal. Untuk mencapai efisiensi yang tinggi, serbuk harus merupakan adonan yang homogen dari seluruh komponennya dan harus sempurna ukuran partikelnya. Ukuran suatu partikel tidak hanya membantu daya larut dalam segelas air atau dalam lambung atau dalam usus, tetapi juga dapat mempengaruhi aktivitas biologi maupun efek terapinya.

 
Photobucket

Discussion

What do you think? Leave a comment. Alternatively, write a post on your own weblog; this blog accepts trackbacks [trackback url].

Comments
1.
On December 13th, 2009 at 3:45 am, ana diah said:

thx’s ya info nya

Leave a Reply

CommentLuv Enabled