Karakteristik dan Indikator Kualitas Air

 

Ada Beberapa Karaktersitik atau indikator kualitas air antara lain :

1. Muatan sedimen

Kualitas fisik perairan sebagian besar ditentukan oleh jumlah konsentrasi sedimen yang terdapat di perairan tersebut. Muatan sedimen total yang terdapat dalam aliran air terdiri atas sedimeen merayap dan sedimen melayang.

2. Tingkat kekeruhan

Kekeruhan biasanya menunjukkan tingkat kejernihan aliran air atau kekeruhan aliran air yang diakibatkan oleh unsurunsur muatan sedimen, baik yang bersifat mineral atau organik. Kekeruhan air dapat dianggap sebagai indikator kemampuan air dalam meloloskan ahaya yang jatuh di atas badan air, apakah cahaya tersebut kemudian disebarkan  atau diserap oleh air tersebut. Semakin kecil atau rendah tingkat kekeruhan suatu perairan, semakin dalam cahaya dapat masuk ke dalam badan air dandengan demikian semakin besar kesempatan bagi vegetasi akuatis untuk melakukan proses fotosintesis, maka semakin besar persedian oksigen dalam air.

3. Gas terurai

Kandungan gas oksigen terurai dalam air mempunyai peranan menentukan untuk kelangsungan hidup organisme akuatis dan untuk berlangsungnya proses reaksi kimia yang terjadi di dalam perairan. Gas terurai dalam aliran air yang perlu mendapat perhatian adalah oksigen, karbondioksida dan nitrogen. Konsentrasi kandungan  unsur oksigen dalam aliran air ditentukan oleh besarnya suhu perairan, tekanan dan aktivitas biologi, kandungan gas oksigen di dalam air merupakan salah satu unsur penentu karakteristik kualitas air pada tempat dan waktu tertentu. Keberadaan muatan oksigen di dalam ai dapat dijadikan indikator ada atau tidaknya “pencemaran” di suatu perairan, dan oleh karenanya pengukuran besarnya biochemical oxygen demand (BOD) dan chemical oxygen demand perlu dilakukan untuk menentukan status muatan oksigen di dalam air. BOD adalah angka indeks oksigen yang diperlukan oleh bahan pencemar yang dapat terurai di dalam suatu perairan selama berlangsungnya proses dekomposisi aerobic. Dengan kata lain, BOD juga dapat diartikan sebagai angka indeks untuk tolak ukur kekuatan (tingkat) pencemar dari limbah yang berada dalam suatu sistem perairan. Sedangkan dekomposisi aerobi adalah proses perubahan kimia dari terurainya mikroba-mikroba yang menyusun molekul organik menjadi bentuk lain yang lebh sederhana dan bersifat “permanen” seperti CO2, PO4,  dan NO2. Dengan demikian, proses dan bentuk hubungan antara limbah yang dapat teruraikan di dalam air dan jumlah oksigen yang diperlukan untuk berlangsungnya proses dekomposisi menjadi penting untuk diketahui apabila usaha-usaha pencegahan atau pengurangan tingkat pencemaran perairan mendesak untuk dilaksanakan. Semakin besar angka indeks BOD suatu perairan, semakin besar tingkat “ pencemaran” yang terjadi.

4. Suhu air

Suhu di dalam air dapat menjadi faktor penentu atau pengendali kehidupan flora dan fauna akuatis, terutama suhu didalam air yang telah melampaui ambang batas (terllau hangat atau terlalu dingin) bagi kehidupan flora dan fauna akuati. Jenis, jumlah dan keberadaan flora dan fauna akuatis seringkali berubah dengan adanya perubahan suhu air, terutama oleh adanya suhu di dalam air. Secara umum, kenaikan suhu perairan akan mengakibatkan kenaikan  aktivitas biologis dan pada gilirannya memerlukan banyak oksigen di dalam perairan tersebut.  Hubungan antara suhu air dan oksigen biasanya berkorelasi negatif, yaitu kenaikan suhu di daam air akan menurunkan tingkat solubilitas oksigen dan dengan demikian menurunkan kemampuan organisme akuatis dalam memanfaatkan oksigen yang tersedia untuk berlangsungnya proses-proses biologi dalam air.

5. pH air

pH air biasanya dimanfaatkan untuk menetukan indeks pencemaran dengan melihat tingkat keasaman atau kebasaaan air yang dikaji, terutama oksidasi sulfur dan nitrogen pada proses pengasaman dan oksidasi kalsium dan magnesium pada proses pembasaan. pH air juga mempunyai peranan penting bagi kehidupan ikan dan fauna lain yang hidup di perairan tersebut. Umumnya perairan dengan tingkat pH lebih kecil dari 4,8 dan lebih besar dari 9,2 sudah dapat dianggap tercemar. Bagi kebanyakan ikan yang hidup di perairan tawar, angka pH yang dianggap sesuai untuk kehidupan ikan-ikan tersebut dalah berkisar 6,5 hingga 8,4. Sementara itu, untuk kebanyakan jenis ganggang tidak dapat hidup diperairan dengan pH lebih besar dari 8,5 (Asdak, 2004).

 
Photobucket

Discussion

What do you think? Leave a comment. Alternatively, write a post on your own weblog; this blog accepts trackbacks [trackback url].

Comments
1.
On January 28th, 2010 at 2:32 pm, fulan said:

ank2 skrg banyak yg mengeluh masalah sungai irigasi yg biasnya tempat mereka mandi sering mengakibatkan gatal2.
jadi saya mau nanya kalau mau nguji Karaktersitik atau indikator kualitas air bagaimana? supaya dpt menerangkan pada walinya ank2. atau mungkin ada lab. untuk melakukan pengujian kualitas air.
mohon bantuannya..

2.
On January 30th, 2010 at 2:20 am, ichan said:

trims tanggapannya., klo mau nguji sendiri atau perlu bantuan bisa di lab., mas di daerah mana?., klo kita di banjarmasin melakukan nya di laboratorium MIPA (stiap tahunnya sring dilakukan kontrol kulitas air di daerah banjarmasin)., ataupun minta bantuan nguji bisa dilakukan di PDAM daerah terdekat mas (kt juga pernah miminta bantuan dengan pihak PDAM).,
indikatornya untuk menyakinkan bisa dilihat secara mikrobiologi., apakah suatu air itu berkualitas atau tidak., mas bisa baca artikel saya mengenai uji sterilitas., :D

Leave a Reply

CommentLuv Enabled